Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan Ozon secara alami tidak menipis

Ozon adalah molekul yang terdiri dari tiga atom oksigen. Ozon memiliki rumus kimia O3. Ozon pertama kali ditemukan oleh C. F. Schonbein pada kira-kira pertengahan abad ke-19. Ozon dapat dibuat dan dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan seperti membersihkan air minum, menyeterilkan bahan makanan mentah, serta untuk menguraikan berbagai macam senyawa organik beracun yang terkandung dalam air limbah.

Secara alami, ozon terbentuk di atmosfer bumi. Keberadaan ozon tersebar di atmosfer, namun terdapat banyak di lapisan stratosfer (15 – 45 km) dari atas permukaan bumi. Daerah/lapisan di atmosfer yang banyak mengandung gas ozon disebut Lapisan ozon. Lapisan ozon ini terletak di stratosfer. Seandainya kolom udara yang mengandung ozon, dari puncak atmosfer sampai ke permukaan laut, dimampatkan pada suhu dan tekanan standar (0OC dan 1013,25 mb) maka ketebalan lapisan ozon hanya setebal 3 mm.

Di atmosfer, ozon merupakan gas yang jumlahnya relatif sedikit dibandingkan nitrogen dan oksigen. Walaupun jumlahnya sedikit, keberadaan ozon di atmosfer memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan di bumi. Ozon berfungsi menyaring sebagian ultraviolet yang diradiasikan oleh matahari dan juga berfungsi mengatur suhu di atmosfer.

Seperti kita ketahui, energi matahari yang sampai ke bumi diantaranya terdiri dari sinar ultraviolet dan cahaya tampak. Sinar ultraviolet (UV) sendiri terbagi menjadi UV-A, UV-B, dan UV-C. UV-A dapat menembus lapisan ozon dan meyebabkan sengatan pada kulit. UV-B merupakan bagian sinar ultraviolet yang berbahaya namun sangat sedikit yang dapat mencapai permukaan bumi karena terhalang oleh lapisan ozon. Sedangkan UV-C seluruhnya terserap oleh atmosfer sebelum dapat mencapai permukaan bumi. Cahaya tampak dapat melewati lipisan ozon dan dapat sampai ke permukaan bumi.

penipisan-lapisan-o3_html_695874b5

Ketika ozon menyerap ultraviolet, maka ozon akan terurai menjadi atom dan molekul oksigen. Hal tersebut menyebabkan ozon musnah.


penipisan-lapisan-o3_html_3df75771

Namun ozon akan terbentuk kembali dari hasil reaksi atom oksigen (O) dengan molekul oksigen (O2).


penipisan-lapisan-o3_html_1e91784b

Pembentukan dan penghancuran ozon di atmosfer tersebut terjadi dalam reaksi kimia yang rumit dengan sedemikian rupa sehingga jumlah ozon di atmosfer relatif tetap.

    Penipisan Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon adalah berkurangnya jumlah ozon di lapisan ozon. Adanya penipisan lapisan ozon di atmosfer bumi ditandai dengan ditemukannya lubang ozon di kutub selatan (Antartika). Lubang ozon tersebut ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Inggris yang dilaporkan pada tahun 1985.

Walaupun ozon terurai menjadi atom dan molekul oksigen ketika menyerap ultraviolet, namum ozon terbentuk kembali secara alami di atmosfer sehingga jumlahnya relatif tetap. Jadi apa yang menyebabkan jumlah ozon di atmosfer menjadi berkurang? Penyebabnya adalah adanya senyawa-senyawa tertentu yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Senyawa kimia yang menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon diantaranya adalah CFC (chloroflourcarbon). CFC banyak digunakan karena tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan stabil. CFC naik perlahan-lahan dari atmosfer bawah sampai memasuki lapisan ozon dan kemudian menghancurkan ozon.

Berkurangnya jumlah ozon di lapisan ozon menyebabkan banyak radiasi ultraviolet B (UV-B) yang sampai ke permukaan bumi. Karena radiasi ultraviolet B ini berbahaya bagi kehidupan di bumi, maka penipisan lapisan ozon harus dicegah.

    Bahan Perusak Ozon (BPO)

Bahan-bahan yang dapat merusak lapisan ozon dikenal dengan istilah Bahan Perusak Ozon (BPO). BPO ini adalah:

  • Chlorofluorocarbons (CFC), pertama sekali ditemukan tahun 1930-an. CFC digunakan dalam berbagai produk dan proses seperti: lemari es, pendingin udara, pada proses pembuatan busa plastik lembut (foam), sebagai bahan pendorong pada tabung-tabung insektisida dan deodoran.

  • Halon banyak digunakan dalam alat pemadam kebakaran.

  • Carbon Tetra Chloride (CCl4) yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan CFC-11 dan CFC-12, juga digunakan untuk pembuatan beberapa jenis pestisida, sebagai pelarut dalam produksi karet dan zat warna sintetis, dan pemadam kebakaran.

  • Metil Klorofom diantaranya digunakan untuk pelarut dan pencucian logam di berbagai industri, penghilang debu pada industri tekstil, pembuatan senyawa fluorokarbon dan bahan kimia lain, untuk industri semi- konduktor, industri baja, industri tinta, dan sebagainya.

  • Metil Bromida yang dipakai untuk bahan pestisida.

Dari BPO di atas, CFC merupakan bahan yang banyak digunakan. Apabila tidak dikendalikan, bahan-bahan perusak ozon tersebut jumlahnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan kerusakan lapisan ozon semakin parah.

    Akibat Penipisan Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon menyebabkan radiasi ultra-violet B (UV-B) yang diradiasikan oleh matahari sampai ke permukaan bumi dalam jumlah yang relatif besar. Radiasi ultra-violet B ini sangat berbahaya bagi kehidupan di permukaan bumi.

Radiasi UV-B yang sampai ke permukaan bumi dapat merugikan kesehatan manusia dan ekosistem, diantaranya adalah:

  • menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, menurunkan kekebalan tubuh.

  • menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil tanaman karena terjadinya kerusakan pada tanaman.

  • dapat membunuh plankton yang menjadi sumber utama makanan ikan. Hal tersebut dapat mengganggu rantai makanan di ekosistem laut.

    Pencegahan Pinipisan Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon menimbulkan banyak masalah bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Oleh karena itu pencegahan penipisan ozon dilakukan dengan melibatkan banyak negara di dunia.

Pada tahun 1985, yang diprakarsai oleh PBB melalui UNEP (United Nations Environment Programme), tersusun Konvensi Wina yang berisi tentang Perlindungan Lapisan Ozon. Negara-negara yang telah menandatangani Konvensi Wina tersebut harus mengontrol, membatasi, mengurangi atau mencegah kegiatan manusia yang dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon.

Konvensi Wina ini mendorong terbentuknya Protokol Montreal tentang Bahan-bahan Perusak Ozon (BPO), yang ditandatangani pada bulan September 1987. Protokol Montreal kemudian mengalami penyempurnaan dalam pertemuan di London (1990), Copenhagen (1992), Montreal (1997), dan Beijing (1999).

Pemerintah Indonesia turut berpartipasi aktif dalam upaya perlindungan lapisan ozon yang secara hukum dituangkan dalam bentuk: Keputusan Presiden RI Nomor 23 tahun 1992, Keputusan Presiden RI Nomor 92 tahun 1998, dan Keputusan Presiden RI Nomor 33 tahun 2005. Jadwal penghapusan BPO yang berlaku bagi Indonesia adalah sebagai berikut :

Bahan Perusak Ozon

Jadwal Penghapusan

CFC

2007

Halon

1998

CTC

2007

TCA

2007

Methyl Bromida

2015

Hidrochlorofluorocarbon

2040

(Sumber: Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan- Kementerian Lingkungan Hidup, 2004)

AC mobil, lemari es, alat pendingin, alat penyemprot dan pemadam kebakaran yang sudah tidak menggunakan Bahan Perusak Ozon (BPO) diwajibkan untuk menggunakan logo non-CFC dan non-Halon.

penipisan-lapisan-o3_html_71e54306

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s