efek rumah kaca

Radiasi Matahari

Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi. Energi matahari tersebut berupa radiasi gelombang elektromagnetik. Radiasi matahari tersebut, berdasarkan frekuensinya, diantaranya terdiri dari radiasi ultraviolet dan radiasi cahaya tampak. Ketika terjadi pelangi, kita dapat melihat bahwa cahaya tampak terdiri dari berberapa warna dari violet (ungu), nila, biru, hijau, kuning, jingga, dan merah. Radiasi yang berada diluar cahaya tampak, seperti ultraviolet dan inframerah, tidak akan terlihat oleh mata telanjang kita.
Pada cahaya tampak, cahaya warna violet memiliki frekuensi yang lebih besar dibandingkan dengan cahaya warna merah. Ultraviolet memiliki frekuensi lebih besar dibandingkan dengan cahaya violet, oleh karenanya disebut ultraviolet. Frekuensi inframerah lebih rendah dibandingkan dengan cahaya merah, oleh karenanya disebut inframerah.
efekrumahkaca__76587253
Tidak semua radiasi matahari sampai ke permukaan bumi, karena sebagian ada yang dipantulkan lagi oleh awan ke angkasa dan sebagian lagi diserap oleh atmosfer bumi. Sebagian radiasi matahari diserap oleh permukaan bumi (di darat dan di laut) yang kemudian membuat permukaan bumi menjadi panas (hangat).
efekrumahkaca__m3aa84097

    Penyebaran Radiasi Matahari di Bumi. (Sumber: Goody dan Walker, 1972)

Komposisi Atmosfer

Atmosfer bumi terdiri dari gas-gas dan debu. Gas-gas yang terdapat di atmosfer bumi diantaranya adalah nitrogen, oksigen, argon, dan karbondioksida. Nitrogen dan oksigen merupakan gas-gas yang terbanyak dalam mengisi atmosfer bumi. Hampir 99 % atmosfer bumi terisi oleh nitrogen dan oksigen. Sekitar 1 % terisi oleh gas-gas lain yaitu neon, helium, metana, krypton, hidrogen, dinitroksida, xenon, karbon monoksida, ozon dan uap air.

Komposisi Atmosfer Bumi. (Sumber: Goody and Walker, 1972)

Gas

Simbol Kimia

Volume (%)

Nitrogen

N2

78,084

Oksigen

O2

20,946

Argon

A

0.934

Karbondioksida

CO2

0,031

Karbondioksida dan ozon merupakan gas-gas yang penting walaupun jumlahnya di atmosfer relatif sedikit. Karbondioksida berguna dalam efek rumah kaca. Ozon berguna dalam menyaring radiasi matahari, terutama radiasi ultraviolet, yang menuju ke permukaan bumi.

Rumah Kaca

Pernahkah Anda melihat rumah kaca (greenhouse)? Rumah kaca sering kita lihat di daerah pertanian berupa suatu bangunan dengan atap dan dinding yang terbuat dari bahan transparan seperti panel gelas atau plastik tebal. Bangunan tersebut digunakan untuk memelihara tanaman tertentu. Di dalam bangunan tersebut kita akan merasakan udara yang lebih panas dibanding di luarnya. Radiasi matahari yang masuk ke dalam bangunan tersebut sebagian diserap oleh tanah, dan oleh tanah dilepaskan lagi dalam bentuk panas. Adanya panel gelas membuat panas yang dilepaskan oleh tanah tersebut tidak lepas menuju angkasa namun terperangkap di dalam rumah kaca sehingga menyebabkan udara terasa lebih panas. Seperti halnya jika kita merasa panas karena berada di mobil atau bis pada siang hari saat terik matahari.

Efek Rumah Kaca

Istilah yang sering dihubungkan dengan persoalan pemanasan global adalah efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan salah satu proses alam yang membantu mengatur suhu bumi tetap hangat yang sangat penting bagi kehidupan.
Radiasi matahari, yang sebagian besar berupa cahaya tampak, dapat mencapai permukaan bumi dengan melewati gas-gas rumah kaca, tapi radiasi panas (inframerah) yang dipancarkan oleh permukaan bumi ke atmosfer diserap oleh gas-gas rumah kaca yang kemudian dipancarkan lagi ke segala arah. Radiasi bumi yang terserap oleh gas-gas rumah kaca itulah yang kemudian menyebabkan suhu bumi menjadi hangat. Tanpa gas-gas rumah kaca maka radiasi panas yang dipancarkan oleh bumi akan lepas ke luar bumi yang kemudia menyebabkan suhu bumi menjadi dingin. Rata-rata suhu permukaan bumi adalah 15 derajat C, tanpa efek rumah kaca maka suhu permukaan bumi sekitar -18 derajat C (18 derajaat C di bawah 0 derajat C).

efekrumahkaca__m87a3894

RumahKaca__36471eae

Radiasi panas (inframerah) yang dipancarkan bumi dapat kita rasakan dengan jelas di daerah pegunungan pada malam hari. Ketika permukaan bumi tidak lagi mendapat cahaya matahari, maka radiasi bumi menjadi sumber panas utama bagi lingkungan kita. Pada saat matahari tenggelam, kita mungkin belum merasa kedinginan. Namun pada pertengahan malam kita akan dapat merasakan kedinginan. Semakin mendekati pagi, kita akan lebih merasa kedinginan. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah radiasi yang dipancarkan bumi semakin lama akan semakin berkurang.
Salah satu planet selain bumi yang memiliki efek rumah kaca adalah venus. Venus jaraknya lebih jauh dari matahari dibandingkan dengan merkurius. Namun suhu permukaan planet venus lebih tinggi dibandingkan dengan suhu permukaan planet merkurius. Mengapa? Karena di venus terdapat banyak gas-gas rumah kaca.

Gas-Gas Rumah Kaca

Gas-gas rumah kaca merupakan gas-gas di atmosfer yang menyerap radiasi panas (inframerah) yang dipancarkan bumi (planet). Di bumi, gas-gas rumah kaca tersebut berperilaku seperti halnya lapisan panel gelas atau plastik tebal pada bangunan rumah kaca. Oleh karenanya gas-gas tersebut dikatakan gas-gas rumah kaca. Gas-gas rumah kaca diantaranya adalah uap air, karbondioksida, dan metana.

Referensi:

    Goody R.M., and Walker J.C.G., 1972, Atmosphere, New Jersey: Prentice Hall Inc.

Artikel terkait:

2 responses

  1. Untuk mengurangi pemanasan global, mari kita kurangi CO2, baik dari kendaraan bermotor, listrik, ataupun industri. Saya membaca satu poster di salah satu industri elektronik besar di Bekasi, bahwa “setiap penghematan listrik 1 KWh = pengurangan CO2 sebesar 0,712 Kg”, berarti setiap orang bisa ikut aktif dalam mengurangi pemanasan global, paling tidak dengan menghemat pemakaian listrik setiap bulannya.
    Dari manakah penghematan signifikan yang bisa kita dapat? Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu BUMN di gedung2 komersial, pemakaian mesin pendinginlah (AC, chiller) yang paling besar memakai daya listrik, sekitar 60-70% dari seluruh tagihan listriknya.
    Dan tahukah teman2 Mesin pendingin menggunakan Freon (CFC, HFC, HCFC) sbg bahan pendinginnya, didalam freon mengandung Chlor & Fluor. Chlor adalah gas yang merusak lapisan ozon sedangkan Fluor adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca. Global warming potential (GWP) gas Fluor dari freon adalah 510, artinya freon dapat mengakibatkan pemanasan global 510 kali lebih berbahaya dibanding CO2, sedangkan Atsmosfir Life Time (ALT) dari freon adalah 15, artinya freon akan bertahan di atsmosfir selama 15 tahun sebelum akhirnya terurai.

  2. erwinmaulana

    Terimakasih atas tambahan informasinya. Semoga bermanfaat>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s