Observatorium di Thailand

Taman Nasional Doi Inthanon terletak di pegunungan tinggi yaitu 2.565 meter di atas permukaan laut dan merupakan puncak pegunungan tertinggi di Thailand. Doi Inthanon adalah sumber dari banyak sungai termasuk Mae Klang, Mae Pakong, Mae Pon, Mae Hoi, Mae Ya, Mae Chaem, Mae Khan, dan menjadi bagian dari Sungai Ping, di mana Dam Bhumipol terletak dan menghasilkan pembangkit listrik.

Karena Taman Nasional Doi Inthanon ini terletak 2.565 meter di atas permukaan laut, maka taman tersebut memiliki iklim yang dingin serta kelembaban yang tinggi sepanjang tahun terutama pada bagian atasnya. Di musim dingin, suhu di Taman Nasional mencapai di bawah 0 derajat celcius. Dan di musim panas, walaupun di pusat Chiang Mai dan daerah di dekatnya terasa panas, di Doi Inthanon bagian atas masih tetap terasa dingin dan wisatawan yang berkunjung ke sana harus siap dengan pakaian tebal.

Hutan di sana merupakan salah satu warisan berharga bagi Thailand. Flora yang tumbuh di sana diantaranya adalah pinus, bunga anggrek Vanda, Phycastylis dan Rhododendron, serta pakis Osmanda. Sedangkan fauna yang masih hidup di sana diantaranya adalah ular, siamang, harimau, rusa, babi hutan, kelinci Siam, unggas Red Jungle serta 362 spesies burung.

Di Taman Nasional Doi Inthanon tersebut juga terdapat sebuah observatorium astronomi yang mulai dibangun tahun 2006 dan diharapkan akan selesai tahun 2011. Karena terletak di ketinggian 2.457 meter di atas permukaan laut, observatorium ini sangat mendukung untuk penelitian lanjut di bidang astronomi dan astrofisika. Observatorium tersebut dilengkapi dengan teleskop reflektor 2.4 meter dan merupakan observatorium planet terbesar di Thailand. Setelah selesai dibangun, observatorium ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendukung penelitian mutakhir serta kolaborasi internasional.

Pendirian observatorium di Doi Inthanon tersebut tidak lepas dari peran pemerintah Thailand. Perhatian pemerintah Thailand terhadap astronomi tidak terlepas dari sejarah masa lalunya. Beberapa raja Thailand yang bertahta pada masa yang lalu tercatat memiliki kegemaran/ketertarikan pada dunia astronomi.

Sekitar 300 tahun yang lalu, di Lopburi dan Ayudhaya, beberapa observatorium telah dirancang dan dikonstruksi dengan dukungan dari misionaris Katholik Roma serta Raja Agung Siam (Thailand) Narai.

Pada saat misionaris Katolik Roma pertama kali datang ke Thailand, disamping menyebarkan agama Katolik mereka juga membawa penelitian mengenai pemetaan lokal serta posisi benda-benda langit. Ketertarikan Raja Narai terhadap astronomi dapat dilihat dari rekaman sejarah Thailand dimana dia, bersama para misionaris, pada 11 Desember 1685 pernah mengamati gerhana matahari di Lopburi melalui sebuah teleskop yang memiliki pembesaran 30 sampai 70.

Raja lain yang memiliki kertarikan terhadap astronomi adalah Raja Rama IV dari dinasti Charki. Pada 18 Agustus 1864, Raja Rama IV menghitung secara cermat serta memprediksi gerhana matahari total. Raja bersama-sama dengan rakyat Thailand, Perancis, dan Inggris menjadi saksimata terjadinya gerhana matahari tersebut di Wakor Prachuabkhirikhan.

Sampai sekarang tidak diketahui metoda apa yang digunakan oleh Raja Rama IV untuk memrediksi gerhana matahari total yang terjadi tersebut. Namun untuk menghargai dan menghormati Raja Rama IV tersebut maka ia dinobatkan sebagai Bapak Sains Thailand (The Father of Thai Science). Dan tanggal 18 Agustus, pada saat terjadinya gerhana matahari total yang diperkirakan oleh Raja Rama IV, dijadikan sebagai Hari Sains Thailand (the Thai Science Day).

Tampaknya latar belakang sejarah tersebut di atas dimana raja-raja Thailand memiliki ketertarikan terhadap astronomi menjadikan pemerintah Thailand pada saat ini juga mendukung proyek-proyek yang berkaitan dengan astronomi, seperti pendirian observatorium di Doi Inthanon di atas.

Observatorium Doi Inthanon bukan merupakan observatorium satu-satunya di Thailand. Salah satu yang lain adalah observatorium yang terletak di gunung Doi Suthep. Universitas Chiang Mai mengoperasikan sebuah observatorium yang terletak sekitar 12 km dari kampus di gunung Doi Suthep dan yang dilengkapi dengan teleskop Cassegrain 16 inchi. Observatorium tersebut dibangun tahun 1977 dan saat ini dijalankan oleh enam orang staf departemen fisika.

Disamping observatorium, di Thailand terdapat juga planetarium. Planetarium Bangkok adalah salah satunya. Planetarium yang terletak di Sukhumvit Road Bangkok tersebut merupakan planetarium paling tua di Thailand. Planetarium tersebut dioperasikan oleh Departemen Pendidikan non-formal, Menteri Pendidikan Thailand. Konstruksi planetarium tersebut dimulai pada tahun 1962 dan kemudian dibuka pada tanggan 18 Agustus 1964. Diameter dome platenetarium tersebut adalah 20,60 meter, dengan tinggi 13 meter, dengan 450 tempat duduk. Planetarium tersebut menggunakan proyektor Zeiss Mark IV.

Membicarakan astronomi di Thailand tampaknya tidak akan lengkap tanpa membicarakan sebuah organisasi yang bernama NARIT. NARIT merupakan kependekan National Astronomical Research Institute in Thailand yang didirikan oleh pemerintah Thailand pada tahun 2004 di bawah Kementrian Sains dan Teknologi Thailand. NARIT tidak hanya mengembangkan penelitian tapi juga pendidikan astronomi di Thailand, dari level sekolah sampai penelitian-penelitian tingkat lanjut. Observatorium Doi Inthanon merupakan salah satu fasilitas utama yang dimiliki oleh NARIT.

Peran NARIT dalam pendidikan astronomi di Thailand adalah:

  • terlibat dalam membuat keputusan mengenai pendidikan astronomi dari pendidikan di sekolah-sekolah;

  • menjalakan program-program untuk mempromosikan astronomi, diantaranya Eksibisi astronomi;

  • menyelenggarakan eksibisi bergerak yang memuat poster-poster, model-model astronomi, teleskop-teleskop dan sebagainya bagi sekolah-sekolah di Thailand;

  • menyediakan media daring dan pembelajaran elektronik;

  • menerbitkan media dan press diantaranya siaran radio dan artikel-artikel majalah.

Thailand merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang pemerintahnya memiliki perhatian terhadap astronomi. Hal tersebut dapat dilihat dari apa yang dilakukan oleh pemerintah Thailand dengan mendirikan observatorium, planetarium, serta organisasi seperti NARIT. Thailand juga telah merencanakan mendirikan sebuah komisi nasional dalam penelitian dan aplikasi teknologi ruang angkasa serta pembangunan infrastruktur teknologi ruang angkasa diantaranya peluncuran satelit VINSAT.


Image:

http://www.pbase.com/bmcmorrow/doiinthanon&page=11
http://www.unseenthailand.org/wp-content/uploads/2010/05/Doi-Inthanon-National-Park.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s