Taksonomi Domain Belajar

Dalam menyiapkan pembelajaran, menentukan tujuan instruksional umum (goal) merupakan hal utama yang harus disiapkan sebelum membuat isi (content) (Sudol, 2004; Brissenden et al., 2001). Dari tujuan intruksional umum (TIU) tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tujuan instruksional khusus (TIK) yang capaiannya dapat diukur. Tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus tersebut secara umum dapat dirumuskan dengan menggunakan suatu taksonomi ranah belajar. Dengan menggunakan taksonomi tersebut maka suatu tingkat kemahiran yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran dapat dibedakan dengan suatu tingkat kemahiran yang lainnya dalam suatu ranah tertentu.

Bloom menyatakan bahwa terdapat tiga ranah (domain) aktifitas belajar yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif meliputi pengetahuan dan kemampuan pengembangan intelektual. Ranah afektif meliputi hal-hal yang berurusan dengan perasaan, nilai, apresiasi, antusiasme, motivasi, dan sikap. Ranah psikomotorik meliputi gerakan fisik, koordinasi, dan area kemampuan motorik lainnya (lihat Clark, D. R., 2004).

Berkaitan dengan ketiga ranah tersebut di atas maka terdapat tiga taksonomi yang masing-masing dibuat dengan kriteria yang paling mudah sampai ke yang paling sulit. Bloom beserta koleganya merencanakan membuat taksonomi yang lengkap mencakup ketiga ranah tersebut (Bloom et al., 1956, hal. 7). Namun mereka pada akhirnya hanya menyelesaikan dua dari tiga taksonomi tersebut yaitu taksonomi ranah kognitif (lihat Bloom, B.S., et al., 1956) dan taksonomi ranah afektif (lihat Krathwohl, D.R., et al., 1964). Adapun untuk taksonomi ranah psikomotorik terdapat beberapa versi diantarnya yang terkenal adalah versi Harrow, versi Dave, dan versi Simpson (lihat Clark, D. R., 2004).

Untuk melihat taksonomi ketiga ranah (domain) belajar tersebut lihat link di bawah.

1.  Taksonomi Ranah Kognitif;

2.  Taksonomi Ranah Afektif;

3.  Taksonomi Ranah Psikomotorik.



Referensi:

Bloom B. S., Engelhart, M.D., Furst, E.J., Hill, W.H., & Krathwohl, D.R (1956). Taxonomy of Educational Objectives, Handbook I: The Cognitive Domain. New York: David McKay Co Inc. File PDF tersedia pada http://ebookee.org/Taxonomy-of-Educational-Objectives-Handbook-1-Cognitive-Domain_462372.html

Brissenden, G., Slater, T.F., Mathieu, R.D. (2001). The Role of Assessment in the Development of the College Introductory Astronomy Course: A “How-to” Guide for Instructors. Astronomy Education Review. Vol 1. Hal 1-24. Diperoleh tanggal 9 Mei 2011 pada http://aer.aas.org/resource/1/aerscz/v1/i1/p1_s1

Clark, D. R. (2004), Bloom’s Taxonomy of Learning Domains. Diperoleh tanggal 9 Mei 2011 pada http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/bloom.html

Krathwohl, D.R., Bloom, B.S., & Masia, B.B. (1964). Taxonomy of Educational Objectives, The Classification Of Educational Goals. Handbook II: Affective Domain. New York: David Mc Kay Company, Inc. File PDF tersedia pada http://ebookee.org/Taxonomy-of-Educational-Objectives-Handbook-II-Affective-Domain_462371.html

Sudol, J.J. (2004). Is Content All That Important?. Astronomy Education Review. Vol 2. Diperoleh tanggal 9 Mei 2011 pada http://aer.aas.org/resource/1/aerscz/v2/i2/p186_s1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s