Ketidaktahuan

Jauh sebelum kosmologi modern lahir, Al Kindi (803-873) [1] secara filofis menyatakan bahwa alam semesta itu terbatas.  Argumentasinya hanya berdasarkan pada bahwa setiap benda berapapun besarnya pasti terbatas dan kumpulan dari benda-benda itu berapapun banyaknya juga pasti terbatas.   Apa di luar alam semesta?

Kosmologi modern menyatakan bahwa alam semesta kita saat ini tersusun dari:

* 4,6% Atom-atom, yang menyusun semua materi yang tampak seperti: manusia, hewan,   tumbuhan, bumi, galaksi;

* 23% Materi Gelap.  Gelap karena kita tidak dapat mengamati pancaran radiasinya, namun diketahui keberadaannya dari gravitasi yang ditimbulkannya;

* 72% Energi Gelap.  Keberadaan energi ini diperlukan untuk menjelaskan percepatan ekspansi alam semesta. [2]

Mungkin pertanyaan itu tidak bermakna.  Namun menurut Godel, akan ada sesuatu diluar lingkaran alam semesta itu yang ada tapi tidak dapat dibuktikan.

Godel adalah seorang matematikawan.  seorang matematikawan tentu senang dengan bukti.  Namun terdapat sesuatu yang menurut mereka benar tapi tidak dapat dibuktikan.  Misalnya geometri euklidian yang kita pelajari di sekolah menengah dulu.  Segitiga, lingkaran beserta luas dan kelilingnya yang kita pelajari dulu itu berdiri di atas 5 postulat euclid [3].  Walaupun semua orang tahu bahwa kelima postulat euklid itu benar, namun selama 2500 tahun postulat itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya [4].

==========

Dulu saya berfikir bahwa sesuatu di luar alam semesta itu adalah tuhan.  Seluas apapun alam semesta maka di luar itu ada tuhan yang tidak terbatas, maha luas! Sejenak saya berhenti dari pemikiran itu karena ada sebuah hadis yang melarang memikirkan dzat Alloh. Namun lingkungan terkadang memaksa seseorang untuk mengingat lagi hal-hal yang sudah dilupakan. 

Belakangan ini saya mempelajari konstruktivisme [5].  Bahwa pengetahuan itu dibentuk berdasarkan pengetahuan sebelumnya.  Manusia membentuk pengetahuan berdasarkan apa-apa yang sudah diketahuinya.  Berdasarkan konstruktivisme jelas bahwa kita tidak dapat mengkonstruksi pengetahuan tentang tuhan, Alloh. Karena dalam al-Qur’an surat al-ikhlas dinyatakan bahwa tidak ada yang menyerupai Dia (walam yakullahu kufuan ahad), oleh karena itu kita, sampai kapanpun, tidak akan sampai pada pengetahuan tentangNya.

Sebagian sufi berpendapat bahwa pengetahuan tentang Alloh adalah ketidaktahuan dan keheranan.  

Wallohu a’lam

 

Ref.

[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Kindi

[2] http://map.gsfc.nasa.gov/universe/uni_matter.html

[3] http://www.mathreference.com/geo,post.html

[4] http://www.cosmicfingerprints.com/incompleteness/

[5] http://viking.coe.uh.edu/~ichen/ebook/et-it/cognitiv.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s