Mabuk Kesadaran

Lemparkan saja kesadaranmu itu ke cawan ini, biarkan ia larut bersama anggur di dalamnya.

Oh … Betapa hidup ini memabukkan dan mereka hidup diantara pemabuk.

Mari kita mabuk, katanya.

Karena aku, kamu dan semuanya harus mabuk, katanya.

Kami, para pemabuk punya aturan sendiri,

dan siapapun yang berada disini harus ikut aturan kami.  Mari kita mabuk!

Tidak, jawab mereka.

Anggur terlalu mahal bagi kami, jawab mereka.

Lagian kami masih butuh kesadaran untuk mengolah lumpur,

agar kelak beras-beras yang kami butuhkan lahir di atasnya.

Duhai … betapa sulit berkata-kata dengan manusia dari kelas rendah, katanya.

Duhai … betapa lebih sulit lagi berkata-kata dengan para pemabuk, kata mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s