Danau Maninjau Sumatera Barat

Gambar 1: Letak Kaldera Maninjau di Sumatera Barat. (Sumber:maps.google.com)

Maninjau adalah sebuah kaldera runtuhan terletak di Kabupaten Agam Sumatera Barat sekitar 15 km dari Kota Bukit Tinggi (gambar 1). Tidak seperti Danau Singkarak yang terbentuk akibat aktivitas sesar Sumatera, Maninjau terbentuk oleh letusan besar gunung berapi. Gunung berapi tersebut menghamburkan 220-250 km3 material piroklastika yang tersebar hingga lebih dari 75 km jauhnya dari pusat letusan (lihat Pribadi, A. dkk., 2007). Kaldera Maninjau (34,5 km x 12 km) ditempati oleh sebuah danau yang berukuran 8 km x 16,5 km (132 km2), terletak di barat laut gunung api strato Singgalang – Tandikat (Kemmerling, 1921 dalam Pribadi, A. dkk., 2007). Dinding kaldera Maninjau mempunyai ketinggian 1200-1400 m dpl., atau 459 m dari permukaan danau yang mempunyai kedalaman mencapai 157 m (Verbeek, 1883 dalam Pribadi, A. dkk., 2007).

Menurut Pribadi, A. dkk.(2007), Kaldera Maninjau terbentuk melalui proses seperti berikut:

  • Kaldera Maninjau berasal dari sebuah gunung api strato komposit yang berkembang di zona tektonik sistem Sesar Besar Sumatera.
  • Erupsi Kaldera Maninjau diawali dengan proses pembongkaran sumbat kepundan (kubah lava?), dan erupsi tersebut ditafsirkan memiliki kolom erupsi yang tidak terlalu tinggi (A).
  • Erupsi ini berlanjut dan disertai dengan runtuhan kolom erupsi (B) meluncur melalui lereng bagian atas gunung api ini, dan membentuk arus turbulen, proses ini menghasilkan endapan base-surge (a), yang kemudian disusul oleh pengendapan satuan ignimbrit (b), yang merupakan salah satu ciri khas dari sebuah letusan kaldera.
  • Letusan paroksismal (klimaks) terjadi dengan memuntahkan material magma dalam jumlah besar, disertai dengan pembentukan kaldera runtuhan (C), yang dipicu oleh defisit massa batuan akibat keluarnya magma ke permukaan bumi secara cepat. Pada tahap ini ciri endapan letusan yang khas adalah kaya akan fragmen litik (c) yang berasal dari proses perusakan bagian kawah gunung api tersebut yang berkaitan dengan letusan paroksismal.
  • Erupsi masih berlangsung dengan intensitas yang mulai menurun, dan sistem kepundan telah terbuka serta berlanjut dengan proses pencapaian kesetimbangan secara berangsur (D).

    Gambar 2: Ilustrasi Pembentukan Kaldera Maninjau, Sumber: Pribadi, A. dkk.(2007)

 

Gambar 3: Peta Geologi Kaldera Maninjau dan sekitarnya. Sumber: Kastowo dan Leo, 1973 dalam Pribadi, A. dkk, 2007


Foto-foto

Danau Maninjau dilihat di Puncak Lawang Kab. Agam Sumbar

Danau Maninjau: di sekitar pembangkit tenaga listrik

Di Puncak Lawang


Ref.

  • Pribadi, A. Mulyadi, E. Pratomo, I. 2007. Mekanisme erupsi ignimbrit Kaldera Maninjau, Sumatera Barat. Jurnal Geologi Indonesia. Vol 2. No 1. hal 31-41

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s