4 tanda tanya

_ ,
( ‘<
/ ))
/| ‘

Setiap anak yang baik adalah harapan orang tuanya dan orangtua yang penuh kasing sayang adalah dambaan anak-anaknya. Sejauh hubungan antara orangtua-anak harmonis, maka tampaknya masing-masing pihak dapat menempatkan diri mereka pada tempatnya masing-masing. Anak-anak menghormati orangtuanya dan orang tua menyayangi anak-anaknya.

Namun jika terjadi kekusutan hubungan antara anak dan orang tua, siapakah yang salah? Sebagian
orang tua beranggapan bahwa mereka telah bersusah payah membesarkan anak-anak mereka sehingga mereka berhak atas seluruh atau sebagian kasih sayang anak-anaknya. Ajaran moral pun berkata demikian. Sementara anak-anak dapat beranggapan bahwa keberadaan dia di dunia adalah karena perbuatan orangtuanya. Anak-anak tak pernah berharap lahir ke dunia. (Tak ada kesadaran sedikitpun, yang tersisa dalam diri kita, yang mengingatkan kita akan keinginan kita lahir ke dunia, bukan?)

Sungguh tragis nasib MalinKundang. Ia tak pernah ingin terlahir, ketika keinginannya tidak tercapai terkutuklah menjadi batu. MalinKundang hanyalah seorang anak. Siapakah yang salah?

Tentu saja, cerita MalinKundang adalah cerita orangtua pada anak-anaknya. Cerita mengenai keinginan dan harapan orang tua terhadap anaknya. Orangtua memang pandai membuat cerita. Tapi pandaikah mereka membuat cerita untuk diri mereka sendiri yang berisi tentang bagaimana seharusnya mereka memperlakukan seorang anak?

 

March 20, 2009 at 1:37am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s