Indonesian Idol

Suatu ketika di awal tahun 2000 an, saya pernah ikut pengajian di Garut.  Pengajian tersebut diselenggarakan oleh PSII:  Partai Syarikat Islam Indonesia.   Peserta pengajian kebanyakan adalah orang-orang yang sudah sepuh, sekarang mungkin sebagian sudah meninggal karena usia.   Walaupun usianya sudah lanjut, mereka adalah sisa-sisa dari kader partai yang militan, menurut saya.  Walaupun mereka adalah orang Garut, namun pimpinan partai yang mereka idolakan adalah H.O.S. Tjokro Aminoto dari Jawa Timur.  Tidak masalah, karena   tampaknya mereka memihak karena alasan ideology, bukan kedaerahan atau alasan-alasan lain.  Salah satu buku yang ditulis oleh Tjokro Aminoto adalah “Islam dan Sosialisme”.  Pada buku itu, Tjokro Aminoto mengungkapkan bahwa ide ide mengenai sosialisme juga terdapat dalam ajaran Islam.

Alasan ideology juga yang menyebabkan Kartosoewirjo memiliki banyak pengikut di Jawa Barat.  Padahal Kartosoewirjo pun adalah orang Jawa Timur.   Itu terbukti dengan gerakan DI/TII yang muncul di Jawa Barat, saat agresi militer Belanda yang menyebabkan Soekarno memindahkan wilayah kekuasaannya ke Yogyakarta.   Pada saat itu di Jawa Barat, Kartosoewirjo memproklamasikan Negara Islam Indonesia.  Proklamasi itu diikuti oleh Daud Beurueh yang menyatakan Aceh sebagai Negara islam di bawah pimpinan Kartosoewirjo.  Namun kemudian di Jawa Barat, Gerakan DI/TII dapat dilumpuhkan bersamaan dengan tertangkapnya Kartosoewirjo.

Tjokro Amonoto dan Kartosoewirjo adalah tokoh yang menggerakan masyarakat dengan ideology berbasis agama.  Di samping kirinya ada tokoh lain yang juga menggerakan masyarakat: Tan Malaka.  Tan Malaka adalah orang Minang.  Tapi tidak seperti tokoh dari minang lainnya seperti H. Agus Salim, Moh Hata, atau Buya Hamka; Tan Malaka termasuk berpaham kiri.  Tan Malaka berpaham komunis,  bahkan termasuk salah satu  anggota Komintern, komunis internasional.  Pikirannya yang tertuang  dalam buku yang ditulis selama di penjara, ” MADILOG”, jelas-jelas menunjukkan ideology apa yang dia pegang.  Menurut saya, karena puluhan tahun dikejar-kejar oleh Belanda menyebabkan ia malang melintang di luar negeri sehingga tidak sempat membentuk kader yang solid di Indonseia.  Walaupun PKI sudah berdiri di Indonesia, namun tampaknya pikirannya tidak sejalan dengan Muso ataupun Alimin.  Tan Malaka tidak setuju dengan gerakan konfrontasi di Madiun yang digagas oleh tokoh-tokoh komunis saat itu.  Puluhan tahun melarikan diri ke luar negeri dari kejaran Belanda dan Jepang, akhirnya Tan Malaka terbunuh oleh bangsanya sendiri di jaman pemerintahan Soekarno, namun oleh Soekarno, Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada tanggal 28 Maret 1963, melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 53 Tahun 1963.

Soekarno?  Siapa yang tidak kenal dengan tokoh ini?  Soekarno adalah mantu dari Tjokro Aminoto.  Sebelum menikahi Inggit Ginarsih di Bandung,  Soekarno menikahi Utari putri Tjokro Aminoto.  Di buku “Kuantar Ke Gerbang ”  diceritakan bagaimana Soekarno mengembalikan Utari ke Ayahnya.  Di Bandung, Soekarno kuliah di ITB.  Selama kuliah di Teknik Sipil, Soekarno tidak menghentikan aktifitas politiknya.  Bukan saja suaranya yang menggema, namun secara fisik Soekarno pun sering bepergian.  Banyak jejak-jajak Soekarno tersebar di wilayah Indonesia.  Di Bengkulu  terdapat sebuah penjara Soekarno di bawah benteng yang mengahadap laut  dan tentu saja di Bengkulu ini terdapat  bekas kediaman Soekarno karena Fatmawati juga berasal dari Bengkulu.  Di Palangkaraya, terdapat tempat pendaratan Soekarno.  Di Gorontalo, terdapat pendaratan Soekarno yang sekarang di jadikan Museum Soekarno yang terletak di bibir danau Limbotu.

Tokoh Soekarno juga terkenal di dunia supra natural.  Terkadang saya heran juga  dengan hal itu.  Sekarang kan ada istilah uang Soekarno, harta karun Soekarno yang semuanya berkaitan dengan dunia mistik.   Bahkan tadi malam, ketika saat nonton acara Indonesian Idol yang ditayangkan RCTI, ada seorang peserta yang katanya dia ikut Indonesian Idol karena termotivasi mimpi. Dia bermimpi bertemu dengan Soekarno.  Di mimpi itu dia diberi tongkat oleh Soekarno, dan ketika menengok ke belakang, dalam mimpi itu, dia melihat sebuah spanduk bertuliskan “Indonesian Idol”.  Anda percaya? Jadi sebetulnya siapa Indonesian Idol itu?

Acara TV “Indonesian Idol”  itu menarik saya untuk menonton TV, sebagai hiburan saja, tanpa prasangka ideologis.  Jenuh juga menyaksikan banyak siaran yang membuat sesak dada.

Salah satu peserta yang menarik saya adalah Deris.  Namanya sih Riska Afrilia.  Dia terampil memainkan  gitar, dengan grip berdiri.  Menyanyikan lagu yang diciptakan sendiri.  Harmonis!   Aha … ternyata dia berasal dari Garut juga.  Maju terus De,  tetaplah low profile dan jangan sombong.   Nanti kalau sudah berhasil jangan terjun kedunia politik.  Jangan seperti yang sebelumnya, menjadi anggota DPR!

 

Tampilannya saat audisi: http://www.youtube.com/watch?v=wXqz4fDZtFY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s