Mengejar Kematian

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.
(QS. Ali Imran : 102)

 

Ada tujuh kebiasaan orang-orang yang efektif kata Stephen R. Covey dalam bukunya, The Seven Habits of Highly Effective PeopleSalah satunya adalah: “Begin with the End in Mind”. Kalau pernyataan itu kita kaitkan dengan konteks kehidupan, apa jadinya? Apa akhir dari kehidupan? Kematian! Bagaimana memulai dengan kematian??

Kematian adalah seperti gunting yang memotong kehidupan kita beserta kesenangan-kesenangan yang ada di dalamnya, setidaknya itu yang ada dalam benak saya. Gunting itu datang secara tiba-tiba di luar kemauan. Bagaimana memulai dari kematian?

Mungkin filsafat Kematian Heidegger jawabannya. Martin Heidegger adalah filosof fenomenologi dari Jerman. Katanya, kita harus mencita-citakan kematian. Kematian yang kita cita-citakan itu akan mewarnai kehidupan kita. Jika kita menginginkan mati sebagai pencinta keluarga maka kehidupan seharusnya kita arahkan untuk mendukung hal itu. Jika kita ingin mati sebagai orang yang pasrah, maka kehidupan yang kita jalani seharusnya kita arahkan untuk mendukung itu. Sehingga, kematian, yang walaupun datang secara tiba-tiba, dapat kita kendalikan. Kematian tidak sekedar berupa gunting yang kita tunggu dengan rasa cemas yang dengannya kita melarikan diri dan melupakannya. Namun, kematian adalah sesuatu yang kita kejar dan kita inginkan dengan bukti yang kita tunjukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s